Pulau Bersinar
Dering nyaring gema sirine menuju ruang ruang tempat peristirahatan, mereka dengan serentak mereka bersiap siap melanjutkan aktivitas rutinnya. Dari kejauhan terlihat sosok Si Senyum dan Xenon, bagi mereka sosok tersebut tidaklah asing , karakter yang baik , rajin , gigih serta ulet dalam bekerja menjadi contoh yang baik bagi teman temannya.
Panas yang menyengat dan dahaga yang memuncak membuat kerongkongan terasa kering dan tak kuasa menahan rasa haus. Tak lama kemudian datanglah Ukoyo yang membawa beberapa botol minum untuk dibagikan kepada para pekerja. Mereka merasa sangat senang dengan kebaikan Ukoyo yang benar benar paham akan keinginan kami , sehingga membangkitkan semangat yang membara untuk melanjutkan pekerjaan rutin. Setelahnya para pekerja mulai menjalankan masing masing tugasnya.
Kebetulan Senky dan Xenon memiliki tugas yang sama yaitu meledakan bom dihujung hujunh gua tempat menambang. Nyala Lampu yang terpasang digua tak dapat mengalahkan gelapnya gua. Dengan melihat gua dari luar saja sudah dapat membuat bulu kuduk berdirim. Namun para pekerja biasa melawan rasa takut tersebut, Senky ,Xenon dan para pekerja lain mulai memasuki gua dan berjalan ke hujung hujung gua pertambangan untuk memasang bom peledak. Setelah bom terpasang mereka bergegas keluar dari gua untuk mengamankan diri dari ledakan.
Setelah pengecekan kondisi keamanan lingkungan sekitar gua dan dirasa sudah aman,Senky kemudian menekan tombol pengaktifan bom . “ Bumm!!!” Dentuman bom yang keras menggelegar dan menggetarkan ruang ruang goa serta gelombang ledakan yang menghancurkan batu batu keras di setiap hujung hujung gua.
Beberapa saat kemudian, setelah dicek aman, Senky Xenon dan para pekerja lainnya kemudian masuk kedalam gua dengan mengendarai kendaraan pengeruk, dan pengangkut. Kendaraan yang besar menggetarkan jalan tempat melaju dan menggugurkan sedikit material yang tidak kokoh,setelah berada dihujung gua yang telah diledakan para pekerjapun mulai melakukan tugas tugas mereka.
Tak terasa waktu berjalan begitu cepat ,tiba tiba Senky menemukan sebuah kotak yang terkubur diantara bebatuan dan sontak memanggil Xenon yang kebetulan berada dekat dengannya.
Senky : “ Hey Xenon!!! , Sini !.”
Xenon kemudian menarik kunci stop kontak kendaraannya dan bergegas menemui Senky yang terlihat kebingungan.
Xenon : “ Hey Senky!, ada apa ?.”
Senky : “ Lihat ini aku menemukan sebuah kotak.”
Xenon : “ Kotak ?, Dimana kamu menemukannya ?.”
Senky : “ Saat aku menggaruk bebatuan ini tiba tiba kotak ini terjatuh dari bebatuan itu “
Xenon : “ Coba kamu buka isinya apa ?”
Senky : “ Baik ,tapi bagaimana cara aku membuatnya .”
Xenon : “ Coba aku check dulu. Nah ini ada retakan coba kamu abil baru dan pukulkan retakan ini .”
Senky : “ Oke , bentar!.”
Senky bergegas mengambil batu yang ia butuhkan kemudian memukulkannya keretakan yang ada dikotak .
“ Buukkk, Bukk, Grak “ Suara kotak yang keras menyita perhatian para pekerja lain sesaat, namun mereka menghiraukan suara tersebut dan lanjut melakukan tugas mereka.
Setelah beberapa pukulan akhirnya kotak itu berhasil dibuka, namun Senky dan Xenon kembali terkejut karena isinya adalah gulungan kertas kuno yang setelah mereka buka itu adalah sebuah peta. Agar tidak menyita perhatian kembali, Senky dan Xenon pun sepakat untuk membahasnya pulang bekerja nanti dan mengundang beberapa teman baiknya.
Sirine didepan gua penambangan akhirnya berbunyi, yang menandakan waktu bekerja telah usai. Para pekerjapun bergegas untuk pergi ke tempat peristirahatan untuk memakirkan kendaraan yang mereka gunakan dan memberesi barang bawaan mereka.
Terlihat Senky dan Xenon pulang bersama untuk membahas apa yang telah mereka sepakati dijalan.Saat diperjalan Senky dan Xenon sepakat untuk mengundang beberapa temannya yaitu Ukoyo, Yoga , Cornelius , Asep, Victoria, Monicha , Rafaela, dan Celyn, mereka adalah beberapa teman yang dianggap baik dan dapat dipercaya . Kemudian Senky dan Xenonpun berpisah ditengah perjalanan untuk pulang dan membahasnya nanti setelah jam makan malam.
Jam makan malam telah berlalu , tak lama kemudian terdengar suara ketokan pintu didepan rumah Senky. Ternya itu adalah Xenon yang dibarengi oleh Ukoyo, Yoga, Cornelius , Asep, Victoria, Monicha, Rafaela, dan Celyn .Mereka pun kemudian masuk, Senky dan Xenon kemudian membahas tujuan ia mengundang mereka. Saat Xenon menjelaskan Senky menyuruh Yoga yang ahli dalam bidang penelitian umur sebuah benda kuno, untuk meneliti berapa umur peta , yang mereka anggap peta harta karun. Alangkah terkejutnya mereka setelah Yoga memberitahukan bahwa kertas tersebut sudah berusia 1500 tahun, dan ini adalah peta harta karun. Data tersebut kemudian menambah rasa semangat mereka untuk menemukan harta karun tersebut.
Setelah diteliti lebih lanjut , sepertinya isi dari harta Karun yang ada di peta berisikan berlian dan emas yang terkubur disebuah pulau yang terpenci, yang untungnya tidak membutuhkan waktu yang lama jika berangkat dari tempat mereka sekarang. Tanpa buang buang waktu kami segera membagi tugas berdasarkan pengalaman kami, untungnya kami ahli dalam bidang pelayaran dan penjelajahan . Hal tersebut mempermudah dalam pembagian tugas kami saat pelayaran nanti. Hasil akhir telah ditentukan , kami mendapat Cornelius sebagai kapten kapal, Senky dan Xenon sebagai pemantau , Ukoyo dan Asep menjadi Operator Sonar sedangkan Rafaela , Victoria, Monicha , Celyn dan Yoga menjadi pengurus kebersihan kapal, kesehatan kru kapal, dan membantu pekerjaan yang lain. Biaya operasional nantinya akan dibagi sama rata . Setelah diskusi tersebut , mereka pulang kerumah masing masing untuk bersiap untuk pergi kepelabuhan esok harinya pukul 07.00 pagi .
Senky dan Xenon ternyata mempersiapkan persenjataan pelumpuh sebelum berangkat kepulau terpencil itu, untuk berjaga jaga agar ketika ada binatang buas dapat melumpuhkannya. Malam berganti pagi, mentari telah melewati khatulistiwa menandakan waktu pelayaran segera tiba. Singkat waktu , Senky , Xenon , Ukoyo, Asep, Rafela, Victoria, Monicha, Chelyn ,dan Yoga sudah berada di pelabuhan , Namun mereka tidak melihat Cornelius. Tiba tiba terdengar suara klakson dari kapal menyapa mereka yang ternyata itu adalah Cornelius yang telah mempersiapkan kapal pelayaran, mereka bergegas menemui Cornelius dan memasuki kapal. Perjalan kepulau harta karun dimulai.
Saat jangkar ditarik kekapal menandakan perjalan telah dimulai, para kru telah bersiap di tugasnya masing masing. Waktu berjalan begitu cepat, daratan yang tadi luas kini telah lenyap bagai ditelan samudra. Perjalan dimulai dengan cuaca yang cerah namun sesuai dugaan kapten Cornelius Hujan akan turun. Sang Surya tertutup hitamnya kalbu, gemuruh petir menggelegar diangkasa membelah langit karena dahsyatnya. Tak lama kemudian hujan turun dengan lebatnya membasahi kapal dengan senangnya, ombakpun ikut bergoyang karenanya.
Anggota kru yang sedang tidak fit merasa mual karena ombak yang tak bisa diam. Untungnya Yoga dan teman teman yang bertugas sebagai penjaga kesehatan kru, membawa obat mabuk perjalanan , obat itu sangat membantu kru dalam menanganinya. Setelah dirasan lautan lebih tenang, Xenon mengumpulkan teman temannya di ruang tengah kapal untuk membahas rencana kedepannya.
Diskusi bersama terasa menyenangkan dengan dibumbui canda , tawa dan kehangatan yanng menyertainya. Tak terasa hujan mereda, dan terlihat mentari terah merona jingga menandakan waktu sudah sore. Tiba tiba Ukoyo dan Asep berteriak “ Sampai “ mendengar hal itu Senky langsung berlari ke dek kapal untuk memantau sekitar , ditengah pemantauannya ia melihat sebuah pulau yang indah dan tertutup hutan. Mendengar hal tersebut akhirnya Cornelius menambah kecepatan kapal agar mereka dapat segera mendirikan tenda untuk bermalam.
Saat kapal sudah dekat dengan pulau Asep dan Ukoyo menurunkan Jangkar kelautan untuk menjaga agar kapal tidak hilang terbawa ombak dan tidak menabrak karang. Setelah mesin kapal dimatikan mereka segera turun dengan tangga yang telah disiapkan, mereka menghela nafas karena sudah sampai dipulau dengan selamat.
Mereka segera membangun tenda untuk bermalam , dan mencari kayu bakar untuk mencari kehangatan. Singkat waktu tenda telah berdiri dan api Unggung telah dibuat ,para kru perempuan membakar daging yang mereka bawa dari rumah. Bernyanyi bersama , bercanda dan tertawa mereka lakukan untuk menghabiskan malam, hingga waktu istirahat telah datang.
Setelahnya mereka masuk ke tenda masing masing dan malampun berubah menjadi sunyi. Sunyi malam ditemani oleh deburan ombak dan angin yang berhembus bersamanya, ditengah sunyinya malam terdengar suara teriakan yang berasal dari tenda Asep dan Yoga. Teman teman yang khawatir langsung mengecek tenda Asep dan Yoga yang ternyata merek sudah menghilang, mereka mencari disemak , kekapal dan sebaginya namun Asep dan Yoga tidak ditemukan. Malam yang sunyi berubah menjadi ngeri, mereka yang tidak hilang memutuskan untuk membangunkan tenda yang besar dan tidur bersama.
Rona jingga mentari bersinar dicakrawala , kicauan burung yang indah beriringan mengiringinya. Terlihat sang kapten kapal sedang memetik beberapa kelapa untuk ia bagikan keteman temannya yang masih tertidur pulas. Mereka yang tidur terbangun bersama karena mendengar suara kelapa yang jatuh. Mereka lalu mendatnginya. Ternya itu adalah Cornelius, yang sedang membuka kelapa untuk mereka, teman temanpun merasa bahagia karena telah dipetiakan kelapa segar dan dapat diminum bersama. Setelah minum minum , Xenon dan Senky memanjat dua pohon yang tinggi dan membawa teleskop yang diranselkan dipundaknya. Ditengah pengintaian, Xenon melihat sebuah kapal yang sedang berlabuh disisi lain pulau , ia lalu memberitahukan itu ke teman temannya dan segera mengeceknya.
Sebelum perjalanan ke kapal misterius, Senky dan Xenon mengambil tas yang berisi alat perlindungan diri yang telah mereka siapkan kemarin . Perjalanan dimulai dengan menyusuri pantai, saat mengecek kapal misterius itu mereka tak menemukan siapapun Disana, tapi mereka melihat sebuah jejak kendaraan. Merekapun memutuskan untuk mengikuti jejak itu , awal perjalanan semuanya aman aman saja namun ditengah perjalanan mereka melihat beberapa jebakan hewan seperti jaring dan sebagainya. Melihat itu mereka ragu untuk melanjutkan perjalanan namun mengingat 2 temannya yang hilang mereka memutuskan melanjutkan perjalanan dengan penuh kewaspadaan.
Selang beberapa lama waktu perjalanan, tiba tiba terdengar suara mesin yang sepertinya tidak jauh dari tempat mereka berada . Dirasa sudah semakin dekat dengan sumber suara mereka memutuskan untuk membagi menjadi 2 tim. Tim pertama Cornelius , Xenon , Victoria dan Rafaela sebagai tim pengintai sedangkan tim kedua Senky , Ukoyo, Monicha dan Celyn bertugas sebagai tim penyusup. Untungnya Senky dan Xenon membawa peralatan pelumpuh dan komunikasi, lalu mereka membagikan peralatan tersebut kemasing masing temannya.
Tim pengintai berperan sekaligus sebagai tim pengaman, mereka mengawasi kondisi yang ada didepan , dari atas pohon terlihat ada beberapa orang yang sedang berusaha untuk menggali tanah dengan alat berat dan alangkah terkejutnya ternyata feeling mereka benar , Asep dan Yoga disekap tidak jauh dari tempat penggalian tanah, dan beberapa orang yang membawa senjata Laras panjang. Tim pengintai memberi informasi ke tim penyusup untuk tidak berperilaku gegabah karena sedikit kesalah bisa membahayakan. Namun sedikit kesalahan dari Celyn , tim penyusup ketahuan dan berada dalam bahaya, mereka diintai oleh seorang sniper musuh . Tepat sebelum sniper itu menembak , Cornelius , Xenon dan anggota pengintai yang lain berhasil melumpuhkan musuh dengan senjata bius . Karena situasi memungkinkan kedua tim langsung membebaskan Asep dan Yoga yang terkurung dalam sebuah kerangkeng dan bergegas untuk menggali harta Karun yang tepat di tempat penggalian tanah. Tak lama kemudian mereka menemuka banyak sekali kotak dan setelah mereka buka kotak tersebut ternyata berisi berlian dan emas yang berkilau, mereka bergegas untuk mengambil kotak harta tersebut dan menaruhnya di mobil jeepl para penjahat yang untungnya kuncinya tidak dicabut. Merekapun kabur menggunakan mobil itu dengan ras kegirangan. Tepat setelah mereka pergi para penjahat bangun dari pingsannya dan segera mengejar kelompok Senky dan teman teman.
Kelompok Senky berhasil pulang kekapal dengan selamat dan merekapun bergegas untuk menaruh kotak harta tersebut kekapal dan pulang menuju tempat mereka pergi. Tepat setelah menyalakan mesin kapal , ternyata kapal musuh sedang bergerak kearah mereka , Cornelius pun segera memutar balik arah kapal dan melaju dengan cepat.
Ditengah perjalanan terjadi beberapa kali baku tembak yang dilakukan oleh kelompok Senky dengan kelompok penjahat, beberapa kali anggota kru Kapal Senky hampir terkena tembakan tapi untungnya mereka berhasil menghindar dengan selamat. Setelah beberapa jam berlalu ,akhirnya sinyal telfon terdeteksi dan Xenon pun segera meminta bantuan ke petugas keamanan setempat untuk membantu mereka. Daratan telah semakin dekat terlihat ada banyak tentara yang telah menunggu kedatangan Senky dan membantunya.
Melihat banyaknya tentara para penjahat masih tak gentar dan masih mengejar kapal Cornelius dengan cepat ,melihat itu para tentara memberi tembakan peringatan kekapal para penjahat. Melihat itu para penjahat ketakutan dan ingin kabur , tapi kapal mereka telah terkepung oleh kapal militer yang membuat para penjahat tidak bisa kabur dan menyerah kepada pihak berwenang.
Setelah kejadian itu kelompok Senky diinterogasi oleh beberapa tentara petinggi , mengapa mereka bisa dikejar oleh para penjahat yang membawa senjata yang berbahaya. Senky dan Xenon selaku yang mengajak mereka menjelaskan bahwa mereka menemukan sebuah peta harta Karun disebuah pertambangan dan menemukan harta Karun itu disebuah pulau. Sebagai rasa terimakasih dan pertanggung jawaban karena telah membuat keributan Kelompok Senky sepakat untuk memberikan 10% harta Karun yang ada untuk negara dan membagikan 90% sisanya sesuai dengan kesepakatan.
Pemburuan harta Karun telah usai dengan hasil yang memuaskan , namu mereka masih bingung kenapa para penjahat bisa mengetahui kita akan mencari sebuah harta Karun . Untuk memuaskan rasa penasarannya mereka memutuskan untuk menemui para penjahat dipenjara dan menanyakan dari mana mereka tahu tentang rencana itu.
Saat dipenjara, Senky dan yang lain menanyakan hal yang ingin mereka tanyakan kepada beberapa penjahat, ternyata jawaban mereka sama . Yaitu salah satu anggota mereka yang bernama Stanler mendengar percakapan mereka saat masih berada dirumah Senky dan merencanakan hal ini tepat setelah selesai menguping pembicaraan Senky dan teman temannya.
Rasa penasaran yang menghantui telah terjawab, dan harta Karun yang sangat menggiurkan juga sudah didapat. Sekarang kehidupan Senky dan kelompoknya sangat berubah drastis sekarang mereka , membangun kelompok pencari harta Karun dan lebih sering membantu para orang yang tidak mampu.
Uhuyyy
BalasHapusDontollll
BalasHapusSip
BalasHapus